•  
  • Website Resmi RSUD ULIN Banjarmasin

PENGUMUMAN PEMENANG LELANG KSO LIS
Rabu, 27 Juni 2012 - 07:46:04 WITA
GIZI TEPAT BAGI PENDERITA MIOMA
Diposting oleh : Pramono
Kategori: Gizi - Dibaca: 14398 kali

Mioma juga disebut miom, myom, tumor otot rahim adalah tumor jinak pada dinding rahim. Jumlah penderita belum diketahui secara akurat karena banyak yang tidak merasakan keluhan sehingga tidak segera memeriksakannya ke dokter, namun diperkirakan sekitar 20-30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun.

Hingga kini penyebab pasti mioma belum diketahui, tetapi diduga ada peranan hormon estrogen yang berperan disamping faktor keturunan. Beberapa ahli dalam penelitiannya menemukan bahwa pada otot rahim yang berubah menjadi mioma ditemukan reseptor estrogen yang lebih banyak daripada otot rahim normal. Faktor lain yang juga berpengaruh terhadap terjadinya mioma adalah ketidak seimbangan emosi (stres), daya tahan tubuh rendah, berat badan berlebih serta gaya hidup yang tidak seimbang.

Faktor resiko lainnya diantaranya perempuan pasca menopause, usia menstruasi pertama kali terlalu muda, obesitas, kehamilan, obesitas, kontrasepsi, kombinasi, merokok, dan ada keluarga yang menderita mioma.

Pengaturan gizi menjadi sangat penting untuk penanganan penyakit ini. Tujuan pemberian gizi antara lain untuk menjaga keseimbangan kadar hormon tubuh, memunculkan lingkungan dalam tubuh yang mendukung sel kanker agar tidak hidup dan berkembang biak, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga agar status gizi normal atau ideal.

Penyusunan menu yang berprinsip seimbang harus benar-benar di aplikasikan agar tujuan diet tercapai karena salah satu factor vital agar hormone-hormon tubuh kita seimbang adalah dengan mengkonsumsi gizi yang seimbang. Yang dimaksud menu seimbang mempunyai 5 prinsip 3 BH+D yakni 1.Bergizi, 2.Berimbang, 3.Beragam dan 4.Halal (Aman dan Baik) serta 5.Distribusi makan yang tepat. Atau bisa juga istilah lainnya 3J-nya harus tepat J pertama Jumlah makanannya / zat gizinya, J kedua Jenis bahan makanannya, dan J Ketiga Jadwal harus tepat. Jumlah makanan dan zat gizi sesuai kebutuhan jangan lebih jangan kurang, Jenis Bahan makanan harus dipilih bahan makanan yang bergizi, beragam serta aman dikonsumsi Jenis beragam dari 4 kelompok makanan untuk meningkatkan kualitas makanan karena mengandung zat-zat gizi lengkap. Sayur dan buah 5 porsi atau lebih setiap hari., Jadwal makannya harus terdistribusi 3 kali makanan utama dengan minimal 2 kali makanan selingan/snack.

Sebagai petunjuk dalam penyusunan menu memperhatikan aspek gizi yang kita makan berikut tips-tipsnya :

1. Pembatasan konsumsi daging merah < 3 x per minggu. Sebagai gantinya kita dapat mengkonsumsi daging putih sepertiikan atau ayam. Produk hewani seperti ikan sebagai sumber lemak esensial omega-3, termasuk yoghurt dan susu rendah lemak sebagai sumber kalsium. sel kanker senang dengan lingkungan asam.

2. Konsumsi Kacang-kacangan dan hasil olahnya, seperti tempe dan tahu karena didalamnya ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isofalvon. Seperti halnya vitamin C, E dan karotenoid, isoflavon merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikan bebas. Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4 trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai.Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan (aging).Antioksidan ini disentesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus leteus dan Coreyne bacterium.

3. Mengonsumsi beragam sayur, buah, sereal, biji-bijian (grains), dan kacang-kacangan. Makanan ini merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral, serta kaya sumber antioksidan. Dianjurkan untuk mengonsumsi bahan makanan ini 5 – 9 porsi setiap hari. Makanan ini dapat menjaga sel-sel tubuh tetap sehat. Peningkatan konsumsi sayur dan buah hingga 5x/hari. Sayuran seperti Kol boleh dikonsumsi sebagai sumber antioksidan dan anti kanker. Kol kaya akan vitamin C dan vitamin E yang berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas yang dapat menghancurkan sel sehat serta membuang racun dari dalam tubuh. Antosianin, pigmen pemberi warna merah kebiruan pada kol merah juga berperan sebagai antioksidan.Kol memiliki bau khas yang tajam, terutama jika dijus. Bau ini berasal dari komponen sulfur berupa senyawa fitokimia yang disebut indol. Penelitian membuktikan bahwa indol dapat mencegah kanker payudara dengan cara menghambat hormon estrogen, sehingga memacu tubuh untuk menghasilkan enzim yang menghalangi pertumbuhan sel kanker baru. Indol juga memiliki kemampuan mengubah estradiol, hormon mirip estrogen yang berperan dalam perkembangan sel kanker, menjadi estrogen dalam bentuk yang lebih aman. Kol mengandung asam amino glutamin yang dapat meningkatkan aliran darah ke perut, memberikan nutrisi bagi sel dalam lambung dan usus halus, membantu melindungi lapisan perut serta mengobati luka pada saluran pencernaan. Jus kol mentah sudah terbukti efektif untuk mengobati sakit maag. Selain itu, beberapa orang cenderung mengalami kembung setelah makan kol akibat gas yang dihasilkan oleh kol. Untuk mencegah kembung, biasakan mengunyah kol sampai halus, karena pada dasarnya makanan apapun yang tidak tercerna dengan baik dapat menyebabkan terbentuknya gas dalam saluran pencernaan. Atau dijus saja karena zat penyembuhnya lebih banyak keluar jika kol dikunyah halus atau dijus.

4. Peningkatan asupan serat makanan hingga 25-35 gram/hari. Gunakan makanan tinggi serat larut air seperti: agar-agar, rumput laut, kolang-kaling, cincau, sebagai camilan.

5. Pilih cara memasak yang sedikit menggunakan minyak/lemak seperti: menumis, merebus, menanak dan memepes

6. Mengurangi konsumsi lemak, terutama lemak jenuh dan lemak trans, seperti yang banyak terdapat dalam mentega, susu full cream, makanan gorengan, dan daging merah.

7. Label makanan kemasan perlu diperhatikan, terutama kandungan lemak dan tanggal kadaluwarsanya

8. Disamping itu cukup minum, hindari alkohol dan soft drink, batasi gula dan garam jika ingin mengonsumsi gula sebaiknya pilih madu, gula aren, atau gula kelapa.

9. Hindari pemanis buatan.

10. Hindari makanan kalengan, makanan yang diawetkan atau mengandung bahan pengawet.

11. Hindari mengonsumsi garam meja yang mengandung pemutih dan bahan kimia, sebaiknya mengonsumi garam kasar.”

12. Selain itu, hindari susu sapi dan hasil olahan susu sapi. Susu sapi membuat tubuh memproduksi mucous. ”Kanker makan dari mucous. Jadi, sebaiknya gunakan susu kedelai tanpa pemanis.

13. Hindari makanan yang dipanaskan dengan microwave, makanan yang dibekukan, dan makanan yang dipanaskan dengan suhu tinggi.

14. Sering konsumsi makanan yang mengandung Fitokimia,Fitokimia merupakan bahan yang berkhasiat untuk menetralkan radikal bebas. Makanan sumber fitokimia antara lain : bawang merah, bawang putih, teh hijau, susu kedelai, beras kencur, kunir asem dll

Pengendalian berat badan, diet, dan aktivitas fisik telah diketahui merupakan faktor penting dalam pencegahan dan penanganan berbagai jenis penyakit kanker/tumor.Periksa berat badan secara teratur seminggu sekali. Bila terjadi penurunan berat badan hingga ½ - 1 kg/minggu, beritahukan dokter/ahli gizi anda.Olahraga secara teratur, hindari stress .Istirahat tidur yang cukup dan berkualitas minimal 7 jam sehari. (Pramono PDE / http://www.facebook.com/pram.gizi)