•  
  • Website Resmi RSUD ULIN Banjarmasin

PENGUMUMAN PEMENANG LELANG KSO LIS
Minggu, 22 Juli 2012 - 05:29:04 WITA
DIET PADA DEMAM BERDARAH
Diposting oleh : Pramono
Kategori: Gizi - Dibaca: 13985 kali

Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

PENYEBAB

Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah virus dengue, yang merupakan virus dari famili Flaviviridae.Terdapat 4 jenis virus dengue yang diketahui dapat menyebabkan penyakit demam berdarah.Keempat virus tersebut adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.Gejala demam berdarah baru muncul saat seseorang yang pernah terinfeksi oleh salah satu dari empat jenis virus dengue mengalami infeksi oleh jenis virus dengue yang berbeda.[5] Sistem imun yang sudah terbentuk di dalam tubuh setelah infeksi pertama justru akan mengakibatkan kemunculan gejala penyakit yang lebih parah saat terinfeksi untuk ke dua kalinya.[5] Seseorang dapat terinfeksi oleh sedikitnya dua jenis virus dengue selama masa hidup, namun jenis virus yang sama hanya dapat menginfeksi satu kali akibat adanya sistem imun tubuh yang terbentu

TANDA DAN GEJALA

Demam berdarah menunjukkan gejala yang umumnya berbeda-beda tergantung usia pasien. Gejala yang umum terjadi:

  •  pada bayi dan anak-anak adalah demam dan munculnya ruam.
  • pada pasien usia remaja dan dewasa, gejala yang tampak adalah :
  • demam tinggi,
  •  sakit kepala parah,
  • nyeri di belakang mata,
  • nyeri pada sendi dan tulang,
  • mual dan muntah,
  • serta munculnya ruam pada kulit.
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)  
  • penurunan keping darah atau trombosit (trombositopenia)
  • Pada beberapa epidemi, pasien juga menunjukkan pendarahan yang meliputi mimisan,
  • gusi berdarah,
  • pendarahan saluran cerna, kencing berdarah (haematuria)
  • pendarahan berat saat menstruasi (menorrhagia) 

TINDAKAN UNTUK PASIEN DEMAM BERDARAH

Berikan Cairan untuk Mengatasi Shock

Demam berdarah biasanya diikuti oleh pendarahan di sekitar gusi, dubur, lambung bagian dalam atau timbul bercak-bercak merah di kulit bagian bawah. Jika tidak segera ditangani, perdarahan ini akan menghebat. Hanya transufi darah yang dapat menyelamatkan si penderita.

Hindari pemakaian aspirin/asam acetylsalicylat. Obat ini menimbulkan proses pembekuan darah menjadi abnormal.

Hindari penggunaan parasetamol untuk menurunkan panas si penderita. Cara yang paling aman adalah dengan menggunakan air biasa dan mengipasi seluruh tubuh.

Berikan cairan yang banyak untuk mengatasi shock dan pendarahan.

TERAPI DIET

Tujuan Diet:

Memberikan makanan dan cairan secukupnya untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak serta mencegah komplikasi pendarahan.

Prinsip Diet:

Pemberian diet pada kasus demam berdarah dengue ini dilakukan secara bertahap kemudian ditingkatkan sesuai dengan kemampuan penderita. Diet Tahap I diberikan setelah fase akut teratasu dan dipastikan tidak ada pendarahan gastrointestinal. Penderita diberikan makanan saring setiap tiga jam dan tetap diberikan makanan parenteral untuk memenuhi kebutuhan cairan dan energi. Diet Tahap II diberikan setelah suhu badan stabil. Makanan diberikan dengan porsi kecil dan konsistensi lunak. Diet tahap III diberikan setelah suhu badan stabil dan hepato-slenomegalia telah hilang. Konsistensi makanan yang diberikan lunak atau biasa tergantung toleransi pasien, tetapi kansungan serat tetap terbatas.

Syarat Diet:

  • Mudah cerna, porsi kecil, dan sering diberikan bentuk makanan disesuaikan kemampuan penderita
  • Energy dan protein tinggi / cukup sesuai kemampuan pasien untuk menerimanya. Faktor stress tergantung ada tidaknya komplikasi 1,4-1,6. Rasio kalori berbanding nitrogen adalah 150:1.
  • Lemak rendah yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total yang ditingkatkan secara bertahap hingga sesuai dengan kebutuhan.
  • Rendah serat terutama serat tidak larut air. Pemberian serat ditingkatkan secara bertahap.
  • Cukup cairan/tinggi  dan vitamin, terutama vitamin C untuk meningkatkan faktor pembekuan.
  • Tidak mengandung bahan makanan atau bumbu yang tajam, baik secara termis, mekanis maupun kimia (disesuaikan dengan daya terima perorangan)
  • Makanan parenteral selalu diberikan pada fase akut, baik total, maupun suplemen.
  • Bila terlihat tanda-tanda pendarahn saluran pencernaan penderita dipuasakan. 

 Bahan Makanan yang Dianjurkan:

  •   Beras dibubur atau ditim; kentang direbus atau dipure; makaroni, mi, soun, misoa direbus; tepung-tepungan dibuat bubur atau pudding; roti dipanggang; biskuit.
  • Daging, ikan, ayam, unggas tidak berlemak digiling lalu direbus atau dikukus; ommelette, boiled egg, poached egg, atau scrambled egg; susu dalam bentuk lowfat.
  • Tempe dan tahu direbus, dikukus, ditumis; kacang hijau direbus dan dihaluskan; susu kedelai.
  • Sayuran tidak banyak serat dan gas, dimasak seperti bayam, bit, labu siam, labu kuning, dan labu air; tomat direbus atau ditumis.
  • Buah segar : pisang, papaya, alpukat, jeruk, manis; buah lain disetup dengan menghilangkan kulit dan biji seperti nenas dan jambu biji, apel; buah-buahan dalam kaleng.
  • Mentega, margarin, minyak goreng untuk menumis; santan encer.
  • Bumbu-bumbu dalam jumlah terbatas : bumbu dapur, pala, kayu manis, asam, gula, garam, salam, lengkuas.
  • Sirop, teh encer, kopi encer, jus sayuran dan jus buah, coklat, dan susu

  Bahan makanan yang dibatasi/dihindari

  •   Beras ketan, beras merah, roti whole wheat, ubi, singkong, talas, cantel, jagung, bulgur.
  • Daging, ikan, ayam, unggas berlemak dan berurat banyak; diawetkan berupa dendeng; digoreng.
  • Tempe dan tahu digoreng; kacang tanah, kacang merah, kacang tolo,
  •  Sayuran mentah; sayuran banyak serat dan gas.
  • Buah-buahan yang banyak serat dan menimbulkan gas; buah kering.
  • Lemak hewan dan santan kental
  • Cabe, merica, dan bumbu-bumbu lain yang merangsang.
  • Minuman yang mengandung alkohol, soda, dan es krim. 

Makanan  Khusus:

Meminum jus jambu biji merah

Jus kurma dicampur madu diyakini mampu menaikkan kadar trombosit di dalam darah si penderita

(Pramono, www.giziwebster.co.cc)