•  
  • Website Resmi RSUD ULIN Banjarmasin

PENGUMUMAN PEMENANG LELANG KSO LIS
Senin, 24 Oktober 2016 - 09:14:39 WITA
Sediakan Obat Berikut Di Rumah Kita
Diposting oleh : Naimatul Fitriah
Kategori: Tips Kesehatan - Dibaca: 591 kali

Sediakan Obat Berikut Di Rumah Kita

Oleh: dr. Meldy Muzada Elfa

 

Sakit adalah sebuah keniscayaan bagi tiap orang, tanpa memandang waktu, usia maupun keadaan. Yang cukup merepotkan adalah ketika kita, anak, saudara atau orang dekat di rumah sakit, namun untuk menuju ke fasilitas kesehatan tidak bisa segera karena terkendala waktu ataupun tempat yang jauh. Sehingga persediaaan obat-obat tertentu yang masih dibolehkan disimpan untuk terapi pertama pada saat sakit mutlak diperlukan.

Tulisan kali ini akan mengulas tentang sakit yang secara umum sering terjadi di rumah berikut persediaan obat untuk terapi pertamanya. Perlu diingat bahwa ini hanyalah terapi untuk pertolongan pertama agar sakitnya tidak bertambah parah. Namun diagnose dan terapi berikutnya wajib diputuskan oleh seorang tenaga medis di fasilitas kesehatan terdekat.

 

1.      Demam

Demam merupakan suatu alarm tubuh yang menandakan ada yang tidak beres di dalam tubuh. Penyebab tersering demam adalah infeksi (bakteri, virus, parasit atau jamur), kekurangan cairan dan reaksi antibody. Jika terjadi demam yang memanjang (>14 hari) kemungkinan terdapat penyakit yang bersifat kronik.

Saat suhu mencapai 40oC ditakutkan terjadi kerusakan beberapa jaringan tubuh ataupun gangguan proses di dalam otak. Pada anak yang sering terjadi adalah kejang. Sehingga selain ajuran banyak minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang karena proses penguapan, maka pemberian oba antipiretik (anti demam) diperlukan yaitu Parasetamol.

Rekomendasi persediaan: Termometer, Parasetamol 500 mg (dewasa)/125 mg (anak) (tablet dan sirup) dosis per 6 jam, plester kompres.

 

2.      Diare

Pengertian diare adalah buang air besar (BAB) yang cair (komposisi air >50% dibanding ampas) terjadi lebih dari 3x dalam sehari. Diare dapat menjadi berbahaya ketika berlangsung terus menerus dan menyebabkan kekurangan cairan (dehidrasi).

Diare tidak spesifik dapat diberikan terapi attapulgite untuk mengeraskan kotoran dan memperlambat gerakan usus besar. Diare yang disebabkan infeksi (BAB terdapat lendir dan darah) diberikan terapi sesuai penyebabnya, namun hal ini harus sesuai petunjuk dokter.

Rekomendasi persediaan: Cairan elektrolit (pedialite®), attapulgite (New Diatab®) 1 tablet per BAB.

 

3.      Anti Nyeri/Anti Radang

Terjatuh atau terbentur sesuatu dalam kehidupan adalah hal yang lumrah. Kadang saat melakukan aktivitas rumah tangga sering kejadian terjatuh, terbentur atau tidak sengaja menendang sesuatu yang menyebabkan bagian tubuh kita menjadi nyeri dan meradang.

Sebenarnya peradangan adalah hal yang wajar karena hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk mencegah cedera jaringan meluas. Reaksi yang umum terjadi adalah pelebaran pembuluh darah dan bengkak disertai rasa nyeri. Jika nyeri masih bisa ditahan, tidak diperlukan tindakan intervensi apapun. Namun jika nyeri dirasa mengganggu, maka tindakan pertama adalah kompres dingin daerah yang cedera disertai pemberian obat anti nyeri (analgetik).

Rekomendasi persediaan: Ice gel, obat analgetik (parasetamol 650 mg, asam mefenamat 500 mg, meloxicam 7,5 mg) diminum setelah makan, jika sakit tidak berkurang segera ke dokter.

 

4.      Serangan Maag (Nyeri ulu hati)

Maag merupakan keluhan yang sangat sering di Indonesia, karena bangsa kita termasuk penganut makan tinggi karbohidrat. Nyeri ulu hati, mual dan muntah, perut terasa kembung dan air liur terasa pahit merupakan keluhan yang sering terjadi pada penderita maag.

Pada saat serangan maag cukup menyiksa bagi penderita. Nyeri tidak tertahankan walau posisi tubuh berbaring dan berdiri, tidak membaik saat makan dan malah terasa lebih perih.  Nyeri ini terjadi karena dinding lambung yang iritasi akibat peningkatan asam lambung. Saat serangan ini maka tindakan yang terbaik adalah menurunkan kadar asam lambung secara cepat dengan memberikan tablet penetral.

Rekomendasi persediaan: Penetral asam lambung reaksi cepat (antasid doen, mylanta®) 2 tablet dikunyah atau 2 sendok makan sirup.

 

5.      Serangan Asma

Serangan asma mayoritas dipicu karena alergi misalnya terisap debu, bulu binatang ataupun serbuk sari. Juga sering karena alergi makanan yang akhirnya memicu serangan sesak nafas tersebut.

Asma merupakan penyakit akibat penyempitan saluran nafas utama sehingga menyebabkan penderita sesak nafas. Tanda awal didahului dengan batuk-batuk dan pembentukan lendir yang berlebih. Jika mengenali tanda awal ini, pemberian cepat obat semprot yang memperlebar sularan nafas sangat membantu. Jika telat dan sudah tahap lanjut, maka tindakan harus dibawa ke fasilitas kesehatan. Ini yang kadangkala dapat mengancam jiwa jika lambat tanggap.

Rekomendasi: semprotan asma aksi cepat (Berotec® inhaler, Proventil® inhaler) sekali semprot, dapat diulang 3x dengan jeda 15 menit. Tidak membaik bawa ke dokter.

 

Semoga tulisan ini dapat membantu, paling tidak merupakan tindakan pertama untuk mencegah perburukan penyakit sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.