•  
  • Website Resmi RSUD ULIN Banjarmasin

PENGUMUMAN PEMENANG LELANG KSO LIS
Kamis, 03 November 2016 - 08:35:55 WITA
Masihkah Beralasan Untuk Tidak Donor Darah?
Diposting oleh : Naimatul Fitriah
Kategori: Kegiatan - Dibaca: 254 kali

Masihkah Beralasan Untuk Tidak Donor Darah?

Oleh: Dr. Meldy Muzada Elfa

 

Donor darah adalah kata yang sering didengar oleh masyarakat. Namun angka partisipasi masyarakat terhadap donor darah masih sangat rendah. Menurut data WHO, penyediaan Darah Standar adalah 2% dari total penduduk atau sebesar 4 juta kantong darah. Target tersebut masih jauh dari harapan. Sangat miris rasanya jika terdapat pasien yang meninggal karena tidak mendapatkan tranfusi darah sesuai kebutuhannya.

Berbicara tentang donor darah dan dampaknya terhadap kesehatan, sudah banyak artikel yang membahas. Namun tetap saja sebagian orang masih takut bahkan terkesan menghindar dengan kegiatan donor darah. Banyak praduga dan kekhawatiran tidak mendasar yang menjadi alasan pembenaran tidak melakukan donor darah. Sekarang mari kita mengupas beberapa alasan yang berkaitan dengan kesehatan. Apakah alasan tersebut berdasar atau hanya mitos belaka.

 

Apakah boleh donor darah jika sedang berpuasa?

Jika pendonor merasa yakin dan kuat, dalam arti kesehatannya bagus (fit), tentu diperbolehkan untuk donor darah pada saat berpuasa. Waktunya bisa pagi hari, siang atau sore hari menjelang berbuka. Donor setelah berbukapun diperbolehkan. Prof. Dr. Abdussalam Sofro, Ph.D, ketua Ikatan Dokter Tranfusi Darah Indonesia menyatakan “donor darah tidak mengganggu kesehatan orang yang sedang berpuasa”.

 

Orang yang asam urat dan kolesterol tinggi tidak boleh donor.

Kadar asam urat, kolesterol maupun trigliserida dalam darah yang tinggi bukan merupakan larangan untuk melakukan donor darah. Jadi orang dengan gangguan tersebut masih diperbolehkan donor darah. Namun disarankan orang tersebut agar tidak mengonsumsi obat-obatan beberapa hari sebelum donor darah.

 

Saya sudah sering bekam, tidak perlu donor lagi

Bekam memang prinsipnya mengeluarkan darah, tetapi walaupun sama-sama mengeluarkan darah bekamber beda dengan donor. Saat bekam, kita tidak mengetahui berapa volume cairan yang keluar. Komposisi darah dan plasma yang keluar pun berbeda dengan komposisi darah dan plasma saat donor. Bekam memang bagus untuk kesehatan, tapi tidak mencegah seseorang untuk donor darah. Ingat, donor darah selain membantu kesehatan diri juga menolong orang yang membutuhkan.

 

Kira-kira aku kurang darah, jadi tidak mau donor darah

Mendiagnosa kurang darah atau anemia ada standar laboratorium dengan indicator hemoglobin (Hb). Tidak bias menyatakan diri kurang darah dengan ilmu kira-kira . Tidak perlu khawatir karena ketika seseorang ingin donor darah, maka petugas akan mengecek kadar Hb dengan alat yang sudah tersedia. Petugas akan memberitahukan kadar Hb kita, jika normal tentu boleh donor darah. Jika kurang, petugas akan mengonsultasikan dengan dokter jaga setempat untuk memutuskan boleh atau tidaknya.

 

Apakah orang yang suka minum alcohol boleh donor darah?

Sebaiknya orang yang kecanduan minuman beralkohol tidak mendonorkan darah, karena prinsip donor darah adalah memberikan darah yang sehat dan bersih dari unsure apapun. Jika hanya sesekali minum alkohol, maka minimal 3 hari kemudian baru boleh donor darah.

 

Tidak mau donor karena takut ketahuan sakit

Sebenarnya ini adalah alasan yang dipaksakan sekali. Justru sebagai orang yang normal, perlu sekali untuk medical check up agar senantiasa mengetahui kondisi kebugaran tubuh kita. Sebenarnya justru dengan donor darah kita bias memanfaatkan secara gratis kondisi kesehatan kita saat petugas melakukan skrining darah kita. Skrining yang dilakukan antara lain kadar Hb, HBsAg (hepatitis B), Anti HCV total (hepatitis C), VDRL (deteksisifilis), dan anti HIV.

 

Saya gay atau lesbian, jadi tidak boleh donor

Pada prinsipnya siapapun berhak jika ingin mendonorkan darahnya. Namun semuanya tetap akan melalui pemeriksaan skrining darah tanpa kecuali. Setiap kantung darah yang terbukti mengandung penyakit atau reaktif, tidak boleh digunakan dan harus dimusnahkan, siapapun ‘pemilik’ darah tersebut. Identitas pada kantung darah hanya kode, bukan nama seseorang.

 

Pernah kena malaria, jadi tidak boleh donor seumur hidup

Ini  adalah  persepsi salah yang  masih banyak dipercaya oleh masyarakat. Penyakit malaria jenis tertentu memang memiliki kemungkinan kambuh. Seseorang yang sudah sembuh dari malaria tiga tahun yang lalu dan tanpa kekambuhan bias mendonorkan darah.

 

Saya sehabis vaksinasi sehingga tidak bisa donor darah

Berikut adalah batasan boleh donor orang yang mendapatkan vaksinasi. 12 bulan setelah mendapatkan vaksinasi rabies dan hepatitis B, 4 minggu setelah imunisasi rubella, 2 minggu setelah imunisasi polio, varisella, MUMPS dan yellow fever.